Otak-otak Bandeng Khas Gresik

 

otak-otak-bandeng Soal bandeng, Gresik memang jagonya. Salah satu makanan khasnya adalah otak-otak bandeng. Proses pembuatannya cukup rumit dan lama tapi rasanya guuurrih banget. Jika biasanya agak malas makan ikan satu ini karena durinya, disini tidak perlu kawatir lagi karena sebelum di proses duri-duri bandeng sudah dihilangkan.

Sebelum diolah menjadi otak-otak, bagian daging dipisahkan lebih dulu dari kulitnya. Bagian daging ini lalu dipisahkan dari durinya. Kemudian, daging yang telah bebas duri ini diolah bersama telur dan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, bawang daun, dan santan. Olahan daging dan telur ini kemudian dimasukkan ke dalam kulit bandeng lagi sehingga bentuknya seperti bandeng yang masih utuh.

Selanjutnya, bandeng isi ini dibungkus daun pisang dan dipanggang selama dua jam di atas bara dengan dijepit bilah bambu. Gabungan antara bau sedap bandeng bakar, ditambah telur, bumbu santan, dan daun pisang yang terpanggang ini menyebarkan aroma otak-otak yang harum saat baru diangkat dari tungku.

Nah, otak-otak yang sudah matang ini dikipasi sampai dingin. Pendinginan ini bertujuan supaya otak-otak lebih tahan lama. Setelah dingin, baru dibungkus dengan kertas minyak, daun pisang, kemudian dibungkus kertas karton, siap dibawa sebagai oleh-oleh.

Kue Jubung Khas Gresik

jubungJajanan Khas Gresik ini mirip dengan jenang. Dibuatnya dari campuran ketan hitam, ketan putih, santan kelapa, telur, gula dan wijen. Penyajiannya unik, dibungkus dengan selongsong warna putih kecoklatan berasal dari daun pohon pinang muda yang dianyam mirip gelas mini. Daun pinang ini biasa dikenal masyarakat dengan nama Jubung, dan itu alasan makanan ini disebut dengan nama Jubung.
Dari proses awal, pembuatan Jubung sendiri memerlukan waktu sedikitnya 24 jam, mulai dari merendam ketan, mengggiling, memasak hingga membungkusnya. Mula-mula, ketan yang sudah di rendam selama 12 jam ini, di giling hingga halus. Saat bersamaan, parutan kelapa di ambil sarinya, kemudian di masak hingga kental. Kemudian, tepung ketan di masukkan wajan sambil di campur sari kelapa yang sudah masak. Untuk memperoleh rasa yang lebih enak, adonan juga di tambah telur ayam.
Proses memasak adonan ini, adalah proses paling lama. Untuk menghasilkan Jubung terbaik, membutuhkan waktu 6 jam hingga adonan benar-benar kental. Tak heran, jika juru masaknya adalah kaum lelaki, karena adonan jubung harus di aduk terus menerus. Setelah kental, adonan Jubung di tambah gula pasir secukupnya. Untuk 5 kilo gram ketan, perlu 2 kilo gram guka pasir. Adonan kemudian di bungkus untuk siap di jual.

Krasikan Khas Purworejo

Jenang krasikan namanya, makanan khas Purworejo yang satu ini berbeda dengan jenang pada umumnya. Jenang dalam bahasa Jawa memiliki arti bubur, namun jenang yang satu ini tidak berbentuk bubur melainkan mirip dodol dengan tekstur yang sedikit lebih lembut.

Krasikan

Jenang krasikan terbuat dari bahan utama beras ketan dan gula merah. Tambahan santan dan sedikit garam membuat krasikan terasa begitu nikmat. Teksturnya yang lembut, membuat kudapan yang satu ini terasa seperti lumer saat berada di mulut. Rasa manis yang ada di jenang krasikan tidak membuat kita eneg. Bahkan, bagi Anda penggemar dodol, mencoba jenang krasikan menjadi pilihan yang menarik dan menyenangkan.

Biasanya jenang krasikan dijual dengan potongan-potongan kecil yang dibungkus plastik tipis. Potongan-potongan kecil ini kemudian dikemas kedalam sebuah wadah. Harga kudapan ini juga relatif terjangkau, tergantung dari besar kecilnya serta tingkat ketebalannya.

Menariknya, memasuki musim lebaran, jenang krasikan banyak dijajakan oleh pedagang-pedagang makanan kecil. Kudapan khas ini menjadi salah satu makanan yang sering disajikan saat berkumpul bersama keluarga di rumah.

Untuk mendapatkan jenang krasikan tidaklah begitu sulit. Kudapan ini dapat ditemukan di pusat oleh-oleh maupun pasar-pasar tradisional di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kudapan ini juga menjadi salah satu oleh-oleh yang sering dibeli oleh para wisatawan untuk kerabat mereka di rumah.

Klapertart Khas Sulawesi Utara

oleholeh nusantara - klapertartKue ini menjadi salah satu ikon kuliner khas Kota Manado. Rasanya yang lezat sudah dikenal oleh seluruh masyarakat di nusantara. Tidak jarang kue ini juga dijadikan oleh-oleh wajib wisatawan yang berkunjung ke Manado. Inilah Klapertart, kue lezat yang mampu menggoda siapa saja untuk mencicipinya.

Klapertart atau klepertart konon telah ada sejak zaman Belanda menduduki Kota Manado. Kue ini konon juga dipercaya sebagai peninggalan negara berjuluk kincir angin tersebut di bidang kuliner khususnya kue. Adanya rum sebagai salah satu bahan yang digunakan, menjadi salah satu contoh kue klepertart memang merupakan peninggalan bangsa Belanda.

Selain rum, ada berbagai bahan lainnya seperti kuning telur, tepung terigu, margarin, dan susu cair, yang digunakan dalam proses pembuatannya. Bahan-bahan tersebut diaduk kemudian di bentuk dengan wadah bulat dan dimasukkan ke dalam oven.

Berkunjung ke Kota Manado, ada baiknya bagi Anda para pecinta jajanan nusantara mencicipi kue yang beraroma tajam ini. Dalam sekali gigitan, akan terasa lezatnya klepertart dan akan membuat lidah seperti tidak mau berhenti untuk mengunyah kue ini.

Harga klepertart pun sangat bervariasi, semua tergantung dari besar kecilnya ukuran klapertat. 

Kue Kremes, Kue Sejuta Nama Favorit Sejuta Umat

oleholeh nusantara - carang mas 2Kres..kres..kres.. mungkin begitulah gambaran bunyi ketika kita makan kue yang satu ini. Kue kremes namanya, mungkin sebagian kita sudah pernah merasakan manis dan gurihnya kue yang kalau dilihat sekilas bentuknya menyerupai sarang burung ini.

Kue ini terbuat dari bahan dasar ubi dan gula merah. Ubi yang digoreng dan bercampur dengan gula merah menjadikan kue ini terasa begitu renyah dan gurih saat berada didalam mulut kita. Rasanya yang manis membuat kue kremes biasa disajikan menjadi cemilan saat santai bersama keluarga.

Kue kremes memang banyak digemari masyarakat di Indonesia. Harganya yang terjangkau membuat kue ini menjadi jajanan favorit berbagai kalangan. Namun, Jajanan tradisional inipun sudah mulai jarang ditemui keberadaannya di pasar-pasar tradisional. Membutuhkan sedikit perjuangan untuk mencari kue ini di tempat-tempat penjual kue.

Kue kremes sendiri dikenal memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah. Di Sumatera, kue ini biasa dikenal dengan nama kue sarang balam karena bentuknya yang menyerupai sarang burung. Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur kue kremes dikenal dengan nama kue carang atau gerubi. Dalam bahasa Sunda, kue ini dikenal dengan nama kremes hui.